MAMUJU – Suasana hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAIT Wildan Wahdah Islamiyah Mamuju berlangsung jauh lebih seru dan heboh. Sekolah menghadirkan kejutan spesial bagi para peserta didik baru dengan menggandeng Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mamuju untuk membawakan materi kesiapsiagaan bencana.

Satu tim personel Basarnas yang dipimpin langsung oleh Akbar Ajax tiba di lokasi dengan membawa truk rescue lengkap beserta berbagai peralatan penyelamatan penunjang. Kehadiran armada dan peralatan taktis ini langsung memantik antusiasme luar biasa dari para siswa.
Materi kesiapsiagaan ini sengaja diberikan untuk melatih mental dan membiasakan siswa dengan prosedur penyelamatan diri yang benar saat situasi darurat terjadi. Akbar Ajax menekankan pentingnya menjaga ketenangan saat terjadi bencana. Menurutnya, kepanikan yang tidak terkendali sering kali menjadi penyebab utama seseorang menjadi korban musibah, bukan karena bencana itu sendiri.

Melalui edukasi kebencanaan yang interaktif dan aplikatif ini, SMAIT Wildan berkomitmen penuh untuk mewujudkan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Dengan bekal pengetahuan ini, sekolah berharap bisa menciptakan lingkungan yang aman demi mewujudkan jargon keselamatan: "Anak di sekolah aman, orang tua di rumah tenang."
-100x100.webp)
